Feeds:
Posts
Comments

Seringkali kita sedang melakukan kegiatan di malam hari, namun mendadak listriknya “mak pet….” atau mati listrik.  Seringkali kita terpaksa meraba-raba dalam gelap untuk mencari lilin.  Nah, pas lilinnya sudah ketemu, koreknya mannaaa…?

  1. Gunakan benda2 yang mengandung fosfor sebagai penanda lilin/korek.  Benda2 yang mengandung fosfor dapat menyimpan cahaya saat mereka terkena cahaya, sehingga dapat “memancarkan cahaya” saat kondisi gelap gulita.
    Benda ber-fosfor seperti: mainan anak yang biasanya ditempelkan berbentuk bintang/bulan/binatang, tasbih, jam tangan (biasanya merk2 terkenal yang automatic) :smile:
  2. Biasakan menyimpan lilin, korek, senter pada tempat yang sama setiap saat, sehingga jika suatu saat dibutuhkan sudah tidak perlu lagi mencari kemana-mana.
  3. dengan bantuan sedikit rangkaian elektronik, gunakan rangkaian “lilin elektronik” yang memliki sensor kegelapan (LDR/fototransistor) dan lampu (biasanya LED putih).  Cara kerjanya adalah saat cahaya terang, LDR berfungsi sebagai saklar yang akan mematikan lampu LED, sedangkan dalam keadaan gelap, LDR akan mengaktifkan lampu LED, sehingga keadaan yang gelap gulita dapat sedikit teratasi, setidaknya untuk mengambil lilin/theplok.
    Rangkaian elektroniknya salah satunya yang paling sederhana seperti ini:

    3v light switch

    3v light switch

  4. gunakan generator listrik otomatis :mrgreen:

Tips:

  • tempatkan di tempat2 yang mudah terjangkau atau tempat penting lain, seperti di kamar tidur, ruang tamu, kamar mandi
  • jika menggunakan rangkaian elektronik, selalu periksa kesiapan baterai, dapat dengan menggunakan voltmeter atau dengan menguji alat dengan menutup LDR agar rangkaian lampu menyala.

Aku tadi pagi coba memasang email client “Emoze” versi free di hapeku: Nokia 6110 Navigator dengan Symbian sebagai OS-nya.  Kadang aku merasa “butuh” untuk selalu dekat dengan email, sehingga jika sedang tidak berada dekat dengan komputer, aku selalu menggunakan internet browser “Opera” di hapeku.

Cara mengunduhnya juga mudah:

  1. masuk ke situs emoze
  2. pilih merk & tipe hape
  3. klik ‘Get emoze now’
  4. masukkan informasi negara, nomor hape & kode sekuriti yang ada
  5. klik ‘Submit’
  6. kemudian pilih apakah mau download via PC atau via hape
  7. install di hape

Kesan pertamanya:  instalasinya lumayan mudah, setting email account juga tidak sulit -namun sayangnya versi yang free hanya memiliki beberapa opsi untuk setting email account, terutama Gmail & Yahoo mail.

Karena aku pengguna Gmail, aku masukkan username & password untuk mencobanya.
Settingnya hanya itu.  Dan setelah menunggu sekian detik: VOILA…!!  Emailku di Gmail bisa muncul.
Kemudian aku coba untuk mengirim email dari Opera Portable-ku ke alamat email di gmail, dan email tersebut muncul di Emoze hanya beberapa saat setelah email tersebut diterima oleh Gmail.

Memang fasilitas yang tidak bisa ditolak begitu saja:  push email gratis…!

Evolusi pengguna HaPe

Semakin banyak orang terbiasa menggunakan barang2 berteknologi, semakin tinggi tingkat ketergantungan dalam keseharian terhadap gadget tersebut.
Masih ingat jaman dulu, ketika handphone pertama kali diperkenalkan di Indonesia?  Motorola yang montok, berat, lucu nan menggemaskan bersaing dengan Ericsson yang European stream.
Kesan dari pengguna HP waktu itu adalah:

  • Hi tech
  • canggih
  • modern
  • ‘kaya’
  • sibuk

Syarat mendapatkannyapun tidak mudah: siapkan uang yang banyak, siapkan kartu keluarga, KTP, dll.

Nah seiring berkembangnya teknologi per-hape-an, kini dengan mudah ditemui hape berharga kurang dari Rp 500 ribu.
Berikutnya adalah ketergantungan yang cukup tinggi dari para ‘HaPe holder’ ini:  “mending nggak bawa dompet daripada nggak bawa HP…” demikian jargon yang kadang suka didengar.  Kalau nggak bawa dompet, kita masih bisa pinjam uang dari teman.  Tapi kalau ketinggalan hape?  Wah, bisa2 nanti waktu buka hape akan ditemui ratusan miss call, SMS, bahkan gossip terbaru.

Fitur yang ditawarkan hape pun semakin berkembang.  Sewaktu pertama kali, hape hanya bisa untuk berbicara, kemudian berkembang bisa mengirimkan & menerima pesan atau yang populer dengan istilah SMS (atau dalam bahasa Indonesianya “sandek” yang artinya “pesan pendek”.  Berkembang menjadi MMS (multimedia message) yang bisa mengirimkan foto maupun suara.  Berikutnya dapat mengirimkan video call, sehingga kita dapat melihat siapa lawan bicara kita.
Kemudian fitur yang sering dibicarakan adalah kemampuan hape untuk menerima & mengirim email sebagaimana layaknya kita mengirim & menerima SMS.

Berikutnya hape sarat dengan konvergensi fungsi:

  • kamera
  • multimedia player
  • game station
  • GPS receiver
  • TV
  • alat bayar

Tidak sedikit orang yang tergiur dengan fasilitas hape yang ditawarkan, namun banyak pula yang -walaupun hapenya canggih tenan- hanya bisa dipakai untuk nelpon & SMS.  Sedemikian sederhananya penggunaannya.

Nah sekarang, tipe pengguna hape seperti apakah Anda..?

Juara Tertahan

Kereta Ekspress AC Serpong-Jakarta Kota memang layak menyandang gelar ‘Juara Tertahan’. Keberangkatan yang seharusnya jam 07.18 dari Stasiun Sudimara, bergeser dengan santainya ke 07.25. Tanpa pemberitahuan, apalagi permintaan maaf.
Itu belum seberapa. Kedatangan di Stasiun Bandan yang seharusnya jam 07.55, bergeser ke jam 08.15 sampai terkadang jam 08.45.

Perjalanan kereta yang ekspress AC yang seharusnya mendapat prioritas tinggi dibanding kereta lain dengan berbagai alasan:

  • kereta ekspress AC resminya tidak berhenti di setiap stasiun.  Hanya stasiun2 tertentu kereta ini berhenti & dapat menaik-turunkan penumpang.
  • harga tiket yang lebih tinggi untuk rute dan jarak tempuh yang sama dibandingkan dengan kereta ekonomi.

Itu idealnya.  Nah yang terjadi di lapangan adalah: kereta ekspress AC diberangkatkan tepat setelah kereta ekonomi yang notabene harus berhenti di setiap stasiun & perhentian kereta.  Secara otomatis kereta ekspress yang seharusnya tidak berhenti menjadi tertahan, karena jalur kereta menggunakan sistem antrian (queueing), berbeda dibandingkan dengan mobil yang dapat memilih jalannya sendiri.  Jadi setiap stasiun, kereta ekspress tertahan oleh kereta ekonomi di depannya karena mereka memang harus berhenti di setiap stasiun.

Nah, sekarang yang patut ditelusuri adalah pangkal masalahnya:

  1. pembuatan jadwal kereta yang tidak memperhatikan aspek kecepatan & prioritas kereta
  2. kedisiplinan masinis dalam menepati waktu kedatangan & keberangkatan kereta

Sekali lagi, bukanlah hal yang dapat dibanggakan, jika menyandang gelar “Juara Tertahan“….

Telkom Speedy

Aku berlangganan Speedy dari Telkom, paket Personal.  Kuotanya sebenarnya lumayan untuk ukuran rumahan: 1GB, dengan harga Rp 200.000,-.

Waktu pasang pertama kali aku tanya ke petugasnya:

Aku (A): maksimum speed berapa?
Petugas (P): bisa sampai 44kbps.
A: Lho, katanya 1 Mbps? (catatan: 1Mbps= 1 mega bit per second = 1.000.000/8 byte per second = 125.000 byte per second = 125kBps)
P:  Wah, kalau itu yang paket yang harganya Rp 1.5 juta pak…
A:  *Wah ketipu nih…..* nggrundelku dalam hati..

Dalam perjalanan berikutnya, ada kabar gembira: speedy bebas pakai dari jam 8 malam sampai jam 8 pagi, sampai Desember 2008.

Selaku customer yang baik, aku senang dong dapat bebas kuota seperti itu.  Aku langsung membayangkan bisa download ebooks & movie-nya Discovery Channel: Mythbusters.
Ternyata yang terjadi di lapangan lain dengan harapan.  Download speed yang katanya bisa sampai 44kbps, kini tinggal 8kbps. Walhasil, untuk download file sebesar 100MB dibutuhkan waktu yang cukup lumayan: 2jam lebih.

Wah, kalau segini kecepatannya, lebih baik Telkom Speedy ruwatan ganti nama menjadi TELKOM SLOWLY…

« Newer Posts - Older Posts »