PT KAI sepertinya masih belum bisa membebaskan diri dari masalah klasik: ketepatan jadwal.
Sebenarnya (menurut aku sih, si pengguna setia kereta, bukan dari sudut pandang KAI), banyak hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini, antara lain:
- Menepati jadwal yang telah ada
Aku yakin, PT KAI dengan pengalaman yang sekian tahun sudah memiliki banyak pengetahuan tentang scheduling. Jadwal kereta yang sekarang ada adalah buktinya. Sekarang tinggal bagaimana caranya agar jadwal tersebut dapat direalisasikan di lapangan. Penerapan disiplin waktu, pemberian rewards & punishment adalah cara lain yang dapat ditempuh untuk ‘mendisiplinkan’ petugas di lapangan. - Memperbaiki jadwal -sebenarnya lebih tepat ‘merasionalkan’ jadwal keberangkatan.
Saat ini masih terdapat banyak kejanggalan dalam pembuatan jadwal keberangkatan, terutama kereta2 Jabotabek:- kereta ekspress yang notabene tidak berhenti di stasiun & perhentian, diberangkatkan tepat di belakang kereta ekonomi yang pasti lebih lambat karena berhenti di setiap stasiun.
- keterlambatan satu kereta pasti menghambat kereta dibelakangnya. Hal ini sebenarnya tidak perlu terjadi karena jika kereta yang terlambat tersebut dijalankan kembali tepat beberapa saat setelah kereta yang sesuai jadwal diberangkatkan.
- Memanfaatkan kapasitas antrian antar perhentian yang ada.
Seringkali kereta harus menunggu lama untuk diberangkatkan dengan alasan kereta yang didepannya belum masuk stasiun. Pemanfaatan perhentian kereta di sinyal2 perhentian patut dicoba, karena hal tersebut akan banyak menghemat waktu. Tentunya hal ini dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan.
Konsekuensinya adalah alat komunikasi antara stasiun dan masinis harus dipenuhi. Juga alat untuk memantau posisi kereta juga harus selalu dalam kondisi prima.
Mungkin masih banyak lagi pemecahan masalah yang bisa diambil oleh PT KAI.
Semoga pemikiran polos dari seorang pengguna kereta seperti saya bisa membantu.
